Polemik Masuknya Kapal China ke Perairan Natuna

0
36
Polemik Masuknya Kapal China ke Perairan Natuna
Sumber: tempo.co
Advertisement

Kapal penangkap ikan milik China diketahui telah melanggar aturan yakni memasuki wilayah perairan Natuna, kepulauan Riau. Laksamana Madya Achmad Taufiqoerrochman sebagai Kepala Badan Keamanan Laut (Balakma) menjelaskan jika pihaknya mengetahui hal ini sejak 10 Desember 2019.

“Di dunia ini akan ada pergerakan memang, kapal-kapal fishing fleet-nya dari utara ke selatan yang kemungkinan masuk ke kita,maka, kami kerahkan kapal-kapal kita ke sana,” kata Taufiq.

Taufiq memperkirakan, kapal China tersebut akan masuk ke perairan Indonesia pada 17 Desmber 2019. Ternyata, kapal-kapal asing masuk dua hari setelah perkiraan, yaitu 19 Desember 2019. Dan hingga saat ini Bakamla melakukan upaya pengusiran.

Advertisement

“Kami temukan, kami usir. Jadi kami sampaikan, ini peraturan kita dan sebagainya. Mereka keluar. Tapi tanggal 24 Desember dia kembali lagi dengan perbuatan, kami tetap hadir di sana,” ujar dia.

“Ini sudah kami koordinasikan ke Kemenko Polhukam, Kementerian Luar Negeri, karena walaupun bagaimana tentunya kita harus melakukan suatu kegiatan yang ada orkestrastif, dari segi diplomasi ada di Kementerian Luar Negari, kami laporkan, sudah sampai ke Presiden,” lanjutnya.

Baca Juga: Donald Trump Resmi Dimakzulkan

Menhan Didesak Perkuat Persenjataan Bakamla

Polemik Masuknya Kapal China ke Perairan Natuna Menhan Didesak Perkuat Persenjataan Bakamla
Sumber: detik.com

Di himpun dari kompas.com, menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto didesak untuk memperkuat persenjataan dan wewenang Badan Keamanan Laut ( Bakamla), terutama untuk menindak kapal asing yang masuk ke perairan Natuna, Kepulauan Riau. Mengingat gentingnya kondisi kedaulatan negara Indonesia di perairan Natuna.

Menurut Muhammad Farhan anggota Komisi 1 DPR RI dari Fraksi NasDem.  Komisi I DPR sendiri memiliki lingkup tugas di bidang pertahanan, luar negeri, komunikasi dan informatika, serta intelijen. Sementara itu diketahui jika kapal ikan asing China dan coast gurad China berulang kali melanggar kawasan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

Baca Juga: Bawa Harley Secara Ilegal, Erick Thohir Murka Ancam Copot Direksi Garuda Indonesia

Bakamla yang beranggotakan personel militer dan sipil dinilai masih kurang tegas serta kurang kuat dalam hal persenjataan dibanding China. Salah satu yang mengindikasi hal tersebut menurut Farhan adalah ketika tidak digubrisnya upaya pengusiran terhadap kapal China Coast Guard dan kapal nelayan oleh TNI dan Bakamla.

“Mereka tidak menggubris karena stand point mereka adalah klaim wilayah mereka. Kami sejalan dengan keputusan politik nasional bahwa wilayah tersebut merupakan wilayah ZEE NKRI berdasarkan UNCLOS (konvensi hukum laut di bawah PBB) 1982,” katanya.

“Kita juga harus menghormati putusan PCA (Permanent Court of Arbitration) di mana Nine Dash Line dari klaim tidak kita akui, maka kita menolak segala klaim (China) di Natuna. Pemerintah perlu menguatkan posisi tersebut dengan menggelar operasi berkordinasi dengan TNI dan Bakamla,” ujarnya

Kedaulatan NKRI Tidak Bisa Ditawar

Polemik Masuknya Kapal China ke Perairan Natuna Kedaulatan NKRI Tidak Bisa Ditawar
Sumber: instagram.com./jokowi/

Dilangsir dari detik.com, Presiden Joko Widodo mengatakan sengketa di perairan Natuna, Kepuluan Riau, antara Indonesia dengan China tidak bisa dianggap sepele. Dia menegaskan kedaulatan NKRI tidak bisa ditawar.

“Berkaitan dengan Natuna, saya kira seluruh statement yang disampaikan sudah sangat baik bahwa tidak ada yang namanya tawar-menawar mengenai kedaulatan, mengenai teritorial negara kita,” ujar Presiden Jokowi dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta Pusat.

Seperti diketahui, hubungan antara Indonesia dengan China memanas akibat masuknya sejumlah kapa China dengan pengawalan Angkatan Laut di perairan Natuna. Insiden ini memicu operasi siaga tempur oleh TNI.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kapal penangkap ikan milik China diketahui tenah melanggar atuuran yakni memasuki wilayah perairan Natuna, kepulauan Riau. Dan sampai saat ini kapal China masih bertahan di perairan Natuna.

Advertisement
Firda Salim adalah lulusan Ilmu Jurnalistik, dengan pengalaman menjadi jurnalis di media lokal dan saat ini aktif menulis di berbagai website di Indonesia.
internal_server_error <![CDATA[WordPress &rsaquo; Error]]> 500