Heboh Driver Ojek Online Bawa Kabur Jenazah Bayi, Ini Cerita Sebenarnya

0
49
Alasan Dibalik Driver Ojek Online Membawa Kabur Jenazah Bayi
Sumber: kompas.com
Advertisement

Video pengemudi ojek online mendatangi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil, Padang, Sumatera Barat, Selasa (19/11/2019) viral di jagat maya. Kedatangan para pengemudi ojek online ini untuk membawa paksa jenazah bayi dari salah satu rekan seprofesinya yang sudah meninggal yang diduga dipersulit pihak rumah sakit. Kejadian ini pun viral di dunia maya.

Sebelumnya beredar informasi meninggalnya bayi yang diketahui bernama M Khalif Putra (6 bulan) ini di grup WhatsApp. Dalam pesan itu, bayi tersebut tidak bisa dibawa pulang oleh orangtuanya karena harus membayar biaya rumah sakit Rp 24 juta lebih. Sang bayi dirawat karena menderita sakit kelenjar getah bening.

Dilansir dari kompas.com, orangtua bayi Dewi Suryani, mengatakan dirinya harus membayar biaya rumah sakit Rp 24 juta lebih. “Kami memang punya tagihan dan pihak rumah sakit tidak memperbolehkan dibawa pulang,” katanya.

Advertisement

Dewi menjelaskan, anaknya (Khalif) meninggal dunia pada pukul 09.00 WIB, tetapi hingga siang belum diperbolehkan pulang sebelum menyelesaikan administrasi. Namun, ketika Dewi sedang mengurus surat-surat dan administrasi, sekitar pukul 12.00 WIB, tiba-tiba rombongan ojol datang membawa jenazah tersebut.

Merasa Dipersulit Pihak Rumah Sakit

Merasa dipersulit pihak rumah sakit
Sumber: tribunnews.com

Awalnya pihaknya berniat membawa jenazah bayi dari salah satu rekan satu profesinya itu secara baik-baik, tetapi dipersulit oleh pihak rumah sakit. “Ini bayi dari rekan kami. Kami sudah ikuti prosedur secara baik-baik, tapi dipersulit dengan diping-pong ke sana kemari.

Baca Juga: Busway Dipaksa Mundur Pemotor yang Terobos Jalur Busway

Akhirnya, kami nekat bawa keluar dan bawa ke rumah duka,” ujar Nanda yang dihubungi Kompas.com. Sebelum bayi itu meninggal, komunitas ojol sudah melakukan aksi solidaritas untuk pengumpulan dana terhadap salah satu rekannya tersebut.

Ketika mendapat kabar M Khalif Putra meninggal, komunitas ojol ini pun langsung bergerak ke RSUP M Djamil sebagai bentuk aksi solidaritas. Namun, kabarnya keluarga dipersulit untuk membawa bayinya pulang. Inilah yang memicu kami para driver nekat membawa paksa jenazah keluar.

Terjadi Kesalahpahaman

Terjadi kesalah pahaman
Sumber: detik.com

Direktur Utama RSUP M Djamil Padang Yusirwan membantah pihaknya menahan jenazah yang keluarganya tidak mampu membayar. “Sebenarnya kesalahan komunikasi antara pasien dan penjelasan dari kami. Saat itu sebenarnya kami meminta orangtua pasien untuk menyelesaikan administrasinya,” katanya.

Baca Juga: Ditunggu Orangtua, Calon Sarjana Ini Tewas Saat Hendak Berangkat Wisuda

Menurutnya, persyaratan administrasi yang ia maksud adalah pertanggungjawaban pembayaran dan juga prosedur lainnya. “Kalau pasien yang kurang mampu, kami memberikan beberapa solusi seperti mempertemukan keluarga pasien dengan Dinas Sosial atau yang berkaitan dengan pendanaan seperti ini,” katanya.

Yusirwan mengatakan, atas kejadian tersebut, pihaknya atas nama manajemen Rumah Sakit M Djamil Padang meminta maaf kepada masyarakat Sumatera Barat karena miskomunikasi yang terjadi.

Advertisement
Firda Salim adalah lulusan Ilmu Jurnalistik, dengan pengalaman menjadi jurnalis di media lokal dan saat ini aktif menulis di berbagai website di Indonesia.