Viral Pemain Timnas Sepak Bola Putri Indonesia Disebut Alami Diskriminasi

0
22
Viral Pemain Timnas Sepak Bola Putri Indonesia Disebut Alami Diskriminasi
Sumber: aremania
Advertisement

Baru-baru ini sebuah unggahan yang menyebut pemain Timnas Sepak Bola Putri Indonesia bernama Jasmine Sefia Wainy alami diskriminasi dari sekolahnya viral di media sosial Instagram. Unggahan ini pertama kali dibagikan oleh akun @kepoball. Sontak unggahan ini menjadi buah bibir para warganet.

Dihimpun dari kompas.com, Dinas Pendidikan Kota Batu Eny Rachyuningsih menjelaskan, Jasmine yang saat ini menjadi pemain Timnas Sepak Bola Putri Indonesia tersebut hampir selama satu semester tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolahnya SMPN 2 Kota Batu. Eny juga menyebutkan jika Jasmine hanya masuk pada saat ujian tengah semester dan ujian akhir semester.

“Komponen nilai itu kan seharusnya ada yang dari ulangan, tugas, UTS (ujian tengah semester) serta UAS (ujian akhir semester),” ungkapnya.

Advertisement

Baca Juga: PSSI Bantah Kabar Pemain Timnas Makan Babi

Ia juga menambahkan, sebelum laporan hasil belajar (raport) dibagikan, para guru sempat mengalami kebingungan terkait pemberian nilai. Oleh sebab itu, Jasmine bersama orangtuanya dipanggil pihak sekolah untuk diberi masukan agar mengganti tugas supaya mendapatkan nilai. Namun, Jasmine tidak kunjung mengerjakan tugas tersebut.

“Alhasil guru-guru kebingungan untuk memberikan nilai kepada Jasmine,” jelasnya.

Hingga pada akhirnya nilai Jasmine terpaksa diberikan seadanya karena tidak ada tugas yang Jasmine kerjakan.

Penjelasan Wali Kota Batu Tentang Pemain Timnas Sepak Bola Putri Indonesia Alami Diskriminasi

Dewanti Rumpoko Wali Kota Batu membantah pernyataan dari pemilik akun @kepoball. Ia telah mengonfirmasi ke pihak sekolah dan sangat memaklumi aktivitas Jasmine.

“Pihak sekolah sangat memaklumi aktivitas Jasmine bahkan sangat mendukung dan bangga,” kata Dewanti.

Akan tetapi, sekolah memiliki aturan yang harus dijalani dan dipatuhi oleh setiap siswanya. Di antaranya adalah dalam satu semester hendaknya kehadiran jangan sampai kosong sama sekali. Andai kata tidak bisa, dapat diberi tugas untuk dikerjakan di rumah.

Baca Juga: Bambang Pamungkas Umumkan Pensiun

“Kalau tidak bisa lagi, akan diupayakan untuk ikut kejar paket atau home schooling,” ujarnya.

Hal itu agar ketika waktunya ujian, nantinya tidak menjadi masalah.

“Yang jelas, sekolah hanya ingin memberikan masa depan yang baik untuk Jasmine. Tidak ada maksud lain,” tambahnya.

Sebelumnya, sebuah unggahan yang menyebut pemain  Timnas Sepak Bola Putri Indonesia bernama Jasmine Sefia Wainy alami diskriminasi dari sekolahnya viral di media sosial Instagram. Unggahan ini pertama kali dibagikan oleh akun @kepoball. Unggahan ini pun menjadi buah bibir para warganet.

Advertisement
Firda Salim adalah lulusan Ilmu Jurnalistik, dengan pengalaman menjadi jurnalis di media lokal dan saat ini aktif menulis di berbagai website di Indonesia.
internal_server_error <![CDATA[WordPress &rsaquo; Error]]> 500