Pasca Kematian Sang Jenderal Qasem Soleimani, Iran Kibarkan Bendera Merah

0
28
Pasca Kematian Sang Jenderal, Iran Kibarkan Bendera Merah
Sumber: grid.id
Advertisement

Jenderal Iran Qasem Soleimani tewas dalam serangan udara yang diluncurkan Amerika Serikat pada Jumat, (3/1/2020). Serangan udara tersebut jatuh didekat zona hijau yakni kantor pemerintahan dan kedutaan asing. Iran pun merespons kejadian tersebut dengan mengibarkan bendera merah di atas Masjid Jamkaran, di Kota Suci Syiah Qom, Iran.

Pengibaran bendera merah ini dilakukan pasca tewasnya Jendral Iran Qasem Soleimani dan disiarkan secara langsung di stasiun televisi. Melansir dari kompas.com, bendera berwarna merah yang dikibarkan Iran memiliki arti panggilan untuk melakukan pembalasan terhadap kematian Soleimani yang tewas karena serangan Amerika Serikat di Baghdad.

Baca Juga: Donald Trump Resmi Dimakzulkan

Advertisement

Bendera merah dalam tradisi Syiah melambangkan darah yang tumpah secara tidak adil dan sebagai panggilan untuk membalas seseorang yang terbunuh. Bendera merah, konon dikibarkan di tempat suci Imam Hussain di Karbala setelah kematiannya dalam Pertempuran Karbala (680 M). Bendera tersebut belum diturunkan sampai sekarang.

Dan sejalan dengan tradisi Syiah, bendera itu hanya akan diturunkan begitu kematian Imam Hussain dibalas. Sementara saat ini, pengibaran bendera merah menggarisbawahi keseriusan seruan Iran untuk membalas kematian Kepala Pasukan Elit Quds, Qasem Soleimani.

Serangan Udara Amerika Serikat

Serangan Udara Amerika Serikat
Sumber: kompas.com

Serangan udara yang diluncurkan Amerika Serikat di bandara utama Baghdad telah menyebabkan ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat meningkat dan memunculkan kekhawatiran akan terjadinya perang. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan menyetujui Soleimani adanya serangan tersebut.

Donald Trump, presiden Amerika Serikat mengatakan, Soleimani merencanakan serangkaian serangan yang akan membahayakan pasukan dan diplomat Amerika di Timur Tengah. Selain itu, Jendral Iran Qasem Soleimani disebut terlibat atas serangan terhadap pasukan AS dan sekutu Amerika yang akan kembali ke invasi di Irak pada 2003.

Pasukan Quds yang dipimpin oleh Soleimani mempunyai proksi militer di Irak, Lebanon, Afghanistan, dan Yaman. Para ahli menyampaikan, mereka bertanggung jawab atas keberhasilan dan upaya aksi teroris di seluruh wilayah. Soleimani merupakan wajah perlawanan bersenjata terhadap Negara Islam yang hanya dikalahkan tahun lalu.

Baca Juga: Mengenang 19 Tahun Riyanto, Banser NU yang Wafat Saat Mengamankan Malam Natal

Di sisi lain, banyak banyak kalangan merespons atas kematian Soleimani.  Di Iran, papan reklame muncul di jalan-jalan utama saat pemakaman Soleimani berlangsung. Peringatan adanya pembalasan keras terhadap AS juga diserukan oleh Iran. Pemerintah di Inggris dan Perancis sudah memerintahkan warganya untuk menghindari perjalanan ke Irak dan Iran.

Sementara itu, Iran mempunyai peran penting dalam perekonomian global. Sebanyak 30 persen minyak dunia diperdagangkan melalui Selat Hormuz, selat yang memisahkan antara Iran dengan Uni Emirat Arab.

Ribuan Pelayat Iringi Proses Pemakaman Qasem Soleimani

Pasca Kematian Sang Jenderal Qasem Soleimani, Pelayat Iringi Proses Pemakaman Qasem Soleiman
Sumber: linetoday

Dikutip dari kompas.com, masyarakat berjalan di belakang peti mati Di Bandara Al Muthana sambil mengibarkan bendera Irak dan milisi dengan meneriakan “Matilah Amerika!”. Beberapa di antaranya membawa poster berisikan wajah Soleimani. Sementara beberapa orang juga membawa foto Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Ribuan masyarakat berbaju hitam pun membanjiri jalan di Mashhad dan Ahvaz untuk memberikan penghormatan terakhir mereka saat jenazah tiba. Melansir pemberitaan Aljazeera, Minggu (5/1/2020), puluhan ribu pelayat terlihat di Ahvaz dan memegang poster berisi muka Soleimani, pimpinan tinggi yang sangat dihormati di negara itu.

Baca Juga: Polemik Masuknya Kapal China ke Perairan Natuna

Sosok Soleimani juga dipandang sebagai sosok pahlawan yang banyak berperan dalam perang Iran-Irak di tahun 1980-an. Selain berjalan membawa poster, dalam rekaman yang ditayangkan TV lokal, para pelayat juga terlihat menangis memenuhi Mollavi Square sembari melantunkan doa dan menghantam dada mereka.

Iran Siapkan Rp1,1 Triliun untuk Kepala Trump

Pasca Kematian Sang Jenderal Qasem Soleimani, Iran Kibarkan Bendera Merah Iran Siapkan Rp1,1 Triliun untuk Kepala Trump
Sumber: tempo.co

Pasca tewasnya Soleimani, Iran menyiapkan hadiah sebesar USD80 juta (Rp1,1 triliun) bagi siapa saja yang bisa membawa kepala Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Sayembara ini diumumkan setelah serangan udara Amerika menewaskan komandan Pasukan Quds Iran, Jenderal Qassem Soleimani.

Sayembara berhadiah ini disiarkan langsung stasiun televisi Iran, Channel One, ketika jutaan orang Iran turun ke jalan untuk menghadiri pemakaman Soleimani.

“Iran memiliki 80 juta penduduk. Berdasarkan populasi Iran, kami ingin mengumpulkan USD80 juta, yang merupakan hadiah bagi mereka yang mendekati kepala Presiden Trump,” bunyi eulogi pada prosesi pemakaman, yang juga disiarkan Al Arabiya.

Advertisement
Firda Salim adalah lulusan Ilmu Jurnalistik, dengan pengalaman menjadi jurnalis di media lokal dan saat ini aktif menulis di berbagai website di Indonesia.