Donald Trump Resmi Dimakzulkan

0
56
Dimakzulkan, Nasib Donald Trump Kini Berada di Ujung Tanduk
Sumber: time.com
Advertisement

Setelah pedebatan yang cukup panjang akhirnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump resmi dimakzulkan pada hari Rabu (18/12/2019). Pemakzulan tersebut telah diresmikan ketika House of Representative (HOR) setara dengan DPR Amerika Serikat menggelar voting. Keputusan tersebut membuat Donald Trump menjadi presiden ketiga yang dimakzulkan dalam sejarah Amerika Serikat setelah Andrew Johnson dan Bill Clinton.

Saat ini orang nomor satu di Amerika Serikat itu memercayakan masa depan kepresidenannya kepada Ketua Senat dari Partai Republik McConnell setelah DPR AS memakzulkannya. McConnell dikenal sebagai negosiator yang cerdas yang bermain politik bola keras pada tingkat yang tidak biasa bahkan oleh standar Washington.

Dikutip dari tribunnews, Mitch McConnell, yang memproklamirkan diri sebagai “Grim Reaper” yang telah lama menghalangi inisiatif Demokrat memakzulkan Trump, sedang melakoni peran itu saat ia menyesuaikan diri dengan persidangan impeachment bulan depan.

Advertisement

Bahkan sebelum hal itu muncul, McConnell, Republikan terkemuka di Kongres mengatakan tidak ada kesempatan memakzulkan Trump, pemimpin partainya, akan dihukum dengan tuduhan bahwa ia menyalahgunakan kantornya dan menghalangi penyelidikan kongres ke dalam perilakunya.

Pada hari Rabu, Dewan Perwakilan Rakyat yang dikendalikan Demokrat secara resmi memakzulkan Trump. Dalam beberapa hari mendatang, McConnell diperkirakan akan melibatkan Pemimpin Demokrat Senat Chuck Schumer dalam negosiasi tentang bagaimana sidang Senat Trump harus dilakukan, termasuk pada pertanyaan apakah saksi harus dipanggil untuk bersaksi.

Reaksi Donald Trump

Reaksi Donald Trump
Sumber: lexpress

Dikutip dari tribunnews.com, Trump memberikan tanggapannya mengenai pemakzulan dirinya oleh HOR. Dalam kampanyenya di Battle Creek, Michigan, presiden ke-45 AS itu menuduh Demokrat “telah diliputi cemburu dan kebencian”.

“Demokrat ini sudah menyatakan kebencian dan penghinaan mereka yang mendalam bagi para pemilih AS,” kata Trump dalam pidatonya dilansir AFP Kamis (19/12/2019) kemarin.

“Mereka sudah berusaha menuduh saya sejak hari pertama. Mereka bahkan sudah berusaha, jauh sebelum saya mencalonkan diri,” katanya.

Terlepas dari fakta menyakitkan di mana dia dimakzulkan di Washington, Trump menerima sambutan meriah di Battle Creek.

“Saya mungkin lebih baik di sini. Gelombang di sini sangat hebat,” ucapnya yang disambut teriakan ‘Kami ingin Trump!’

Trump menyatakan bahwa pemakzulan yang dihadapinya justru bakal membantunya ketika bertarung di Pilpres AS 2020 mendatang.

Menurut Donald Trump fakta dirinya dimakzulkan bakal menimbulkan gelombang kemarahan dari pendukungnya terhadap oposisi. Ia juga mengklaim tetap berusaha menikmati hari-harinya meski pemberitaan tentang pemakzulannya terus berembus sejak September.

“Saya adalah orang pertama yang dimakzulkan tanpa melakukan kesalahan sama sekali,” ujar Trump.

Trump kemudian menyerukan kepada para pendukungnya agar pada November tahun depan, mereka mendepak Ketua DPR AS, Nancy Pelosi.

“Puluhan juta orang Amerika akan muncul, dan melengserkan Pelosi dari kantornya,” ucap Trump disambut keriuhan pendukungnya.

Advertisement
Firda Salim adalah lulusan Ilmu Jurnalistik, dengan pengalaman menjadi jurnalis di media lokal dan saat ini aktif menulis di berbagai website di Indonesia.
internal_server_error <![CDATA[WordPress &rsaquo; Error]]> 500