Bersiaplah! Bulan Depan Transfer OVO Ke Bank Tidak Gratis

Bersiaplah! Bulan Depan Transfer OVO Ke Bank Tidak Gratis

OVO merupakan layanan dompet elektronik di bawah naungan Lippo Group mengumumkan pada tanggal 12 Desember mendatang ada biaya untuk transfer menggunakan OVO ke bank sebesar Rp 2.500. berbeda dengan bank yang meberlakukan biaya Rp 6.500-Rp 7.500 untuk pengiriman uang ke beda bank.

Tak hanya OVO, sejumlah layanan sejenis seperti Jenius sampai Digibank juga telah memberlakukan biaya namun dengan format yang berbeda. Misalnya 25 kali kirim gratis kemudian berbayar dan memberlakukan saldo minimum yang mengendap harus Rp 1 juta jika ingin mendapatkan gratis biaya kirim.

Dilangsing detik.com, Direktur Riset CORE Indonesia, Piter Abdullah mengungkapkan gratis biaya transfer atau ongkos kirim uang yang dilakukan oleh perusahaan e-wallet atau uang elektronik sampai fintech sistem pembayaran merupakan strategi pemasaran yang biasa dilakukan untuk menarik pengguna.

Menurut Piter, era bakar uang yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan itu sudah waktunya dihentikan. Hal ini karena dana investor akhirnya akan habis dan juga perusahaan harus memikirkan bagaimana melanjutkan bisnis secara normal dan mendapatkan keuntungan.

Transfer ke Bank Melalui OVO akan Berbayar

Bersiaplah! Bulan Depan Transfer OVO Ke Bank Tidak Gratis
Sumber: seluler.id

Bagi pengguna layanan dompet elektronik milik Lippo Group, OVO harus siap-siap. Pasalnya pada 12 Desember mendatang transfer ke bank melalui OVO akan dikenakan biaya transfer. Selama ini, pengguna layanan OVO belum dikenakan biaya saat melakukan transfer.

Baca Juga: 7 Aplikasi Offline dan Online Untuk Desain Baju

Dari pengumuman di aplikasi yang diterima detikcom disebutkan, mulai 12 Desember 2019 biaya transfer ke semua bank bakal dikenakan tarif Rp 2.500 setiap transaksi. Kemudian juga diumumkan syarat dan ketentuan terkait biaya tersebut. Yakni hanya OVO Cash yang dapat ditransfer ke bank.

OVO merupakan layanan dompet digital yang dikelola oleh PT Visionet Internasional. Awalnya OVO merupakan aplikasi loyalitas yang mengelola point hasil belanja di pusat perbelanjaan milik Lippo Group. Pada 2017, OVO mendapatkan lisensi dari Bank Indonesia untuk menghadirkan layanan dompet digital.

Agar meluaskan pangsa pasarnya, OVO menggandeng Tokopedia dan Grab. Dalam perjalanannya, OVO menjadi salah satu fintech besar di Indonesia. Sepanjang tahun 2018 saja, OVO mengklaim sudah menjalankan 1 miliar kali transaksi.

Masuknya OVO ke dalam daftar, kini Indonesia punya lima startup yang telah berstatus unicorn. Satu di antaranya bahkan telah berstatus decacorn. Layanan dompet elektronik OVO mengumumkan akan mengenakan biaya untuk transfer ke bank lain. Kebijakan itu berlaku mulai 12 Desember 2019, dan biaya yang dikenakan sebesar Rp 2.500 per transaksi.

ovo indonesia
Sumbe: Cnnindonesia.com

Untuk saat ini OVO masih memberikan promosi untuk 10 pengiriman uang ke bank bebas biaya transfer. Namun yang perlu diperhatikan, setelah melakukan 10 kali transfer bebas biaya, nasabah dikenakan biaya transfer Rp 3.000 per transaksi.

Selain OVO, juga ada layanan fintech milik PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) yakni Jenius yang sebelumnya memberikan fasilitas gratis biaya transaksi. Namun ada syarat yang harus dipenuhi yakni 25 kali gratis transfer antar bank lewat Jenius selama dua bulan pertama untuk nasabah yang baru teregistrasi dan aktivasi Jenius.

Baca Juga: Lukisan Abstrak Termahal di Dunia, Tak Sulit Dipahami Kok!

Kemudian, Jenius juga memberikan 25 kali transaksi pertama setiap bulan dengan saldo rata-rata minimum Rp 10 juta. Selanjutnya 15 kali transaksi pertama setiap bulan dengan minimal saldo rata-rata bulan sebelumnya Rp 1 juta – Rp 9,99 juta. Jika transaksi berikutnya melebihi kuota gratis maka biaya yang dikenakan adalah Rp 3.000 per transaksi.

Selain OVO, juga ada layanan fintech milik PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) yakni Jenius yang sebelumnya memberikan fasilitas gratis biaya transaksi. Namun ada syarat yang harus dipenuhi yakni 25 kali gratis transfer antar bank lewat Jenius selama dua bulan pertama untuk nasabah yang baru teregistrasi dan aktivasi Jenius.

Kemudian, Jenius juga memberikan 25 kali transaksi pertama setiap bulan dengan saldo rata-rata minimum Rp 10 juta. Selanjutnya 15 kali transaksi pertama setiap bulan dengan minimal saldo rata-rata bulan sebelumnya Rp 1 juta – Rp 9,99 juta. Jika transaksi berikutnya melebihi kuota gratis maka biaya yang dikenakan adalah Rp 3.000 per transaksi.

Lalu aplikasi digibank, milik bank DBS yang sebelumnya memberikan fasilitas gratis transfer ke bank lain tanpa minimum saldo mengendap. Saat ini untuk transfer dana ke bank lain baru bisa mendapatkan fasilitas gratis biaya jika saldonya lebih dari Rp 1 juta. Dengan perhitungan saldo rata-rata harian dari semua produk seperti tabungan, deposito dan e-SBN bulan sebelumnya.

Firda Salim
Firda Salim
Firda Salim adalah lulusan Ilmu Jurnalistik, dengan pengalaman menjadi jurnalis di media lokal dan saat ini aktif menulis di berbagai website di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *