Habib Rizieq Minta Penoda Agama Dihukum Mati

Habib Rizieq Minta Penoda Agama Dihukum Mati

Hari ini (2/12/2019) Reuni Akbar 212 digelar dikawasan Monas, Jakarta Pusat dimulai pukul 03.00 WIB dan akan berakhir pukul 08.30 WIB. Reuni ini beragendakan shalat tahajud, dzikir, shalat subuh bersama, bermunajat kepada Allah SWT, berdoa untuk kepulangan Habib Rizieq juga pemerintahan yang dipimpin Presiden Joko Widodo, dan menyaksikan video dari Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab.

Jamaah memadati kawasan Monas dengan mengenakan pakaian nuansa putih. Tampak sejumlah tokoh hadir dalam acara tersebut, di antaranya KH Ahmad Sobri Lubis, Yusuf Martak, Qurtubi Jaelani, dan Haikal Hassan.

Ketua Reuni Akbar 212 Awit Masyhuri mengatakan, reuni itu digelar untuk lebih mempererat tali persatuan umat Islam dan persatuan bangsa Indonesia. Reuni Akbar 212 kali ini mengangkat tema keselamatan negeri dan menyikapi penistaan agama yang masih terjadi di Indonesia. Sehingga, diharapkan tidak ada lagi penista agama di Indonesia.

“Tentunya kami doa keselamatan negeri dan kami menyikapi penistaan agama yang masih terjadi di negeri ini. Dari 2016 seperti itu, sudah jangan ada penista agama lagi,” kata Awit.

Sambutan Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab

Habib Rizieq Minta Penoda Agama Dihukum Mati Sambutan Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab
Sumber: detik.com

Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab yang sebelumnya diberitakan akan hadir, kembali batal dan memberikan sambutannya melalui video. Habib Rizieq Syihab menyoroti perilaku penodaan agama yang masih terjadi di Indonesia. Dia menyerukan kembali digelar Aksi Bela Islam berjilid-jilid jika pelaku penoda agama tak juga diproses hukum.

Ia juga menyerukan kembali digelar Aksi Bela Islam berjilid-jilid jika pelaku penoda agama tak juga diproses hukum.

“Jika terjadi penodaan agama, maka proses hukum yang dikedepankan. Jika aparat tidak melakukan penindakan maka gelar aksi Bela Islam yang berjilid-jilid seperti yang pernah kita lakukan,” ujar Habib Rizieq.

Hal itu disampaikan Habib Rizieq melalui video yang ditayangkan dalam acara Reuni 212 di Monas, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2019).

“Gelar terus, tekan terus sampai si penoda agama diseret ke meja hijau,” kata Habib Rizieq.

Jika aksi bela Islam yang dilakukan berjilid-jilid tersebut tak juga membuat si penoda agama diproses hukum, lanjut Rizieq, maka dia menyatakan tak ada jalan lain bagi umat Islam, kecuali bergerak sendiri.

“Maka jangan salahkan umat Islam jika mereka melakukan tindakan sendiri, bahwa penoda agama hukumannya adalah hukuman mati,” tuturnya.

Si penoda agama yang di maksud Habib Rizieq menjadi pertanyaan besar, karena Ia tidak menyebutkan nama. Meski begitu, Rizieq sempat menjabarkan ciri permasalahan dari orang yang disebutnya melakukan penistaan agama itu.

“Sebagaimana diketahui di negeri kita telah terjadi penistaan agama. Ada orang yang membandingkan rasulullah dengan ayahnya. Dia merasa ayahnya lebih baik dari rasulullah. Ada pula yang membandingkan masa kecil nabi yang kumal, dekil tak terurus. Ada pula yang menyebut bawha terorisme itu memiliki agama dan agamanya adalah Islam,” kata Rizieq.

Diketahui Habib Rizieq Syihab menetap di Arab Saudi sejak April 2017. Keberangkatannya ke Saudi diawali dengan umrah bersama keluarganya hingga kini tinggal di rumah sewa dan sampai saat ini belum kembali ke Indonesia. Ia menuding ada satu pihak di Indonesia yang menginginkan Rizieq Shihab tak kembali ke tanah air, bahkan ada juga yang menyebutkan kepulangan Habib Rizieq terhambat karena adanya unsur politik. Hal ini ditegaskan oleh sekjen FPI Munarman bulan Juli lalu.

Firda Salim
Firda Salim
Firda Salim adalah lulusan Ilmu Jurnalistik, dengan pengalaman menjadi jurnalis di media lokal dan saat ini aktif menulis di berbagai website di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *