Alasan Kominfo Blokir Situs IndoXXI

0
61
Alasan Kominfo Blokir Situs IndoXXI
Sumber: persawarankab.co.id
Advertisement

Bagi kamu yang suka streaming film pada situs website IndoXXI sepertinya harus bersiap merasakan kecewa. Pasalnya Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan blokir situs web streaming bajakan atau ilegal seperti IndoXXI dan ribuan situs bajakan dan domain ilegal lainnya.

Dikutip dari kompas.com, Semuel Pangerapan, Direktur Jenderal Aptika Kominfo menyampaikan bahwa pihaknya telah menghapus lebih dari 1.000 laman terkait pembajakan, salah satunya seperti yang dilakukan oleh IndoXXI.

“Kami sudah menghapus lebih dari 1.000 laman yang terkait Piracy (pembajakan),” ujar Semuel.

Advertisement

Pemblokiran tersebut telah dilakukan Kominfo dalam waktu enam bulan terkahir atau sekitar Juli 2019. Dalam survei itu dijelaskan bahwa hampir 63 persen (dari 1.045 sampel) konsumen online di Indonesia memiliki perilaku menonton konten online dengan cara mengakses situs web streaming bajakan atau situs torrent demi tidak membayar biaya langganan.

Sudah bukan rahasia lagi jika IndoXXI merupakan aplikasi paling populer dan digunakan oleh 35 persen perangkat streaming gelap (ISD). Menurut keterangan resmi yang disampaikan oleh CAP, IndoXXI populer bagi kalangan pengguna yang berusia di rentang 18-24 tahun, yakni sebanyak 44 persen.

Video Coalition of Indonesia (VCI) bekerja sama dengan Kominfo guna mengidentifikasi dan blokir domain yang terkait dengan situs web dan aplikasi bajakan. Samuel menegaskan, pihaknya akan terus mencari dan menghapus segala website yang terkait dengan IndoXXI.

“Kami bekerja sama dengan asosiasi video dan film untuk melakukan penghapusan website bajakan,” katanya lagi. Untuk diketahui, anggota VCI yang tergabung dalam CAP antara lain, AVIA, APFI, APROFI, GPBSI, Grup Emtek, Grup MNC, Grup Viva, Telkom Indonesia, Grup Cinema 21, CGV, Cinemaxx, HOOQ, iflix, Viu, Rewind, SupperSoccerTV, dan Catchplay.

Di sisi lain, Ketua Asosiasi Perusahaan Film Indonesia (APFI), Chand Parwez menyebutkan bahwa pencurian koten tidak dapat disangkal, merugikan industri kreatif Indonesia dengan mencuri hak cipta.

Website Ilegal Dinilai Berbahaya dan Merugikan

Website Ilegal Dinilai Berbahaya dan Merugikan
Sumber: screenshoot

Keberadaan website-website streaming film ilegal dinilai berbahaya, sebab hal itu berdampak dalam penyebaran malware. Samuel mengungkapkan, setelah Kominfo melakukan pemblokiran, situs ilegal tersebut ada yang buka kembali dengan nama lain.

Ia juga mengungkapkan jika tindakan pemblokiran ini telah membuahkan hasil. Semuel mengaku, pihaknya memblokir sebanyak 50-100 website ilegal tiap minggunya. Sebab, perlindungan HAKI merupakan keharusan yang diterapkan di era digital ekonomi. Jika HAKI tidak dilindungi, para kreator enggan berkarya.

“Kalau kita kerja pasti digaji, kalau merea berkarya, karya mereka harus dihargai. Untuk itu kami berupaya melindungi,” katanya.

Telah dijelaskan sebelumnya jika Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) blokir beberapasitus web streaming bajakan atau ilegal seperti IndoXXI dan ribuan situs bajakan dan domain ilegal lainnya. Pihak dari Kominfo menyampaikan bahwa pihaknya telah menghapus lebih dari 1.000 laman terkait pembajakan, salah satunya seperti yang dilakukan oleh IndoXXI.

Advertisement
Firda Salim adalah lulusan Ilmu Jurnalistik, dengan pengalaman menjadi jurnalis di media lokal dan saat ini aktif menulis di berbagai website di Indonesia.
internal_server_error <![CDATA[WordPress &rsaquo; Error]]> 500