Rizky Febian Ajukan Laporan Pembunuhan Berencana Kematian Lina

Rizky Febian Ajukan Laporan Pembunuhan Berencana Kematian Lina

Pasca menemukan luka lebam di tubuh Lina Jubaedah, Rizky Febian membuat laporan dengan tuduhan pembunuhan berencana ke pihak kepolisian. Hal itu dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Galih Indragiri. 

Silansir dari detik.com, Galih Indragiri menyatakan Rizky membuat laporan dengan dugaan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

“Ya itu kan laporan awal, itu yang dilaporkan Rizky Febian. Itu dugaannya Pasal 338 dan 340 itu dugaannya,” ucap Galih.

Meski melaporkan dengan pasal pembunuhan, Rizky memang tak menulis siapa terlapornya.

Baca Juga: Ditemukan Lebam Dijasad Sang Ibu, Rizky Febian Lapor Polisi

Sementara itu, Teddy mengaku merasa tertuduh dengan laporan Rizky Febian soal kematian Lina yang menggunakan pasal pembunuhan. Kebenaran akan penggunaan pasal pembunuhan atas laporan Rizky Febian baru disadari Teddy. Meskipun dalam laporannya, Rizky Febian tidak menyebut nama siapapun termasuk nama Teddy.

Dilansir dari YouTube Intens Investigasi, Senin (27/1/2020), dari mulut Winarno Djati lah terungkap jika kepolisian menggunakan pasal pembunuhan untuk mengusut tuntas kematian mantan istri Sule tersebut.

“Sesuai dengan panggilan, panggilan itu diminta keterangan sebagai saksi atas dugaan tindak pidana pembunuhan berencana dan pembunuhan, jadi pasalnya itu 340 dan 338,” terang Winarno. Hingga akhirnya kabar tersebut sampai juga ke telinga Teddy.

Respons Teddy 

Rizky Febian Ajukan Laporan Pembunuhan Berencana Respons Teddy saat Ditanya soal Pasal Pembunuhan Berencana
Sumber: kompas.com

Dikutip dari kompas.com, saat ditanya tentang pasal pembunuhan berencana atas kasus kematian istrinya, Teddy memilih untuk tidak menanggapi kabar tersebut. Ia mengaku akan menunggu hasil autopsi jenazah istrinya yang akan diumumkan pihak kepolisian.

“Belum (mau jawab). Besok atau lusa mudah-mudahan ada hasilnya dari autopsi,” tulis Tedy melalui pesan singkat, Selasa (28/1/2020).

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Erlangga Saptono mengungkapkan, hasil autopsi jenazah Lina Jubaedah akan diumumkan lusa depan.

“Jumat nanti dirilis,” tulis Saptono.

Pasal Pembunuhan Berencana

Berencana Pasal Pembunuhan Berencana
Sumber: tribunnews.com

Dikutip dari youtube Insert Investigasi, sebelumnya, kuasa hukum warga yang memandikan jenazah Lina, Winarno Djati mengatakan, pasal pada kasus kematian Lina merupakan pasal pembunuhan berencana.

“Pembunuhan berencana dan pembunuhan. Pasalnya itu kalau enggak salah pasal 340 dan 338,” ujar Winarno.

Sementara itu, menurut kuasa hukum Lina, Abdurrahman, Teddy sempat panik saat mengetahui pasal dari laporan Rizky Febian itu. Ia menyebut, Teddy menyodorkan laporan itu ke dirinya dan mengutarakan kekhawatirannya.

“Teddy yang menyodorkan ini, ‘Pak, walaupun tidak ada namanya tapi pasal yang dituduhkan itu adalah pasal pembunuhan berencana. Nah ini kan indikasinya mengarah ke saya,” ujar Abdurrahman saat menirukan Teddy.

Abdurrahman menjawab, bahwa tak ada nama Teddy sebagai terlapor di sana.

“Saya bilang, udah lah, toh dalam itunya kan tidak disebutkan terlapornya,” kata dia

Teddy menyebut bahwa ia tidak keberatan dan merasa tertuding.

“Mungkin dari pelapor pengennya begitu ya silakan, kita mah cuman ndak keberatan. Kita juga nanti ada pembuktian, karena ya kita selama ini mungkin nyudutinnya ya di daerah sini ya, pas posisi di rumah,” ujar Teddy.

Baca Juga: Rizky Febian Didatangi Mending Sang Ibu Lewat Mimpi

Teddy heran mengapa sampai muncul fitnah sedemikian rupa kepada dirinya.

Mengingat, belum ada fakta yang mendukung bahwa ia terjerat pasal tersebut.

“Kita terima aja nanti hasilnya dari pihak forensik atau autopsi dari kepolisian. Pasti ada ya, perasaan, kok orang sampe gini, fitnah saya? Karena belum ada faktanya.”

“Padahal yang lebih kejam lagi kan fitnah, fitnah tuh lebih kejam daripada pembunuhan,” lanjut Teddy.

Dikutip dari Grid.id, Kombes Pol Saptono Erlangga mengatakan, proses autopsi jenazah Lina pada Kamis (9/1/2020) hingga saat ini, berjalan dengan lancar.Dalam prosedur proses autopsi, perlu dilakukan tahap pemeriksaan racun dalam tubuh jenazah. Pemeriksaan racun wajib dilakukan terhadap kematian yang diduga tidak wajar.

“Prosedur autopsi, semua menjadi penyebab kematian tidak wajar dilakukan pemeriksaan,” jelas Saptono.

Polisi akan mengungkapkan hasil autopsi jenazah Lina Jubaedah pekan depan.

Menurut Saptono, penyidik akan menyampaikan hasil autopsi jenazah istri Teddy Pardiyana itu pada Jumat (31/1/2020) mendatang.

“Penyidik sampaikan hari Jumat, 31 Januari 2020 akan ekspos,” kata Saptono Erlangga.

Pengumuman hasil autopsi jenazah Lina Jubaedah diketahui diundur dari rencana awal. Saptono Erlangga mengatakan, saat ini pihaknya masih perlu diskusi dan melakukan analisa lebih jauh.

“Hasil Labfor (Laboratorium Forensik) masih perlu analisa dan diskusi antara dokter forensik, penyidik dan ahli dari Labfor,” jelasnya.

Firda Salim
Firda Salim
Firda Salim adalah lulusan Ilmu Jurnalistik, dengan pengalaman menjadi jurnalis di media lokal dan saat ini aktif menulis di berbagai website di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *